MINGGU KE 10

 

    

PERTANYAAN :

  1. Sebutkan langkah-langkah perusahaan dalam merekrut karyawan/pegawai?
  2. Sebutkan apa yang dimaksud dengan out sourching dan bagaimana perkembangannya di indonesia?
  3. Sebutkan hukum-hukum yang mengatur hubungan antara tenaga kerja dan manajer?

 

Jawaban Nomer 1 :

Banyak cara perusahaan memilih karyawannya, berikut ini beberapa rahasia cara memilih karyawan yang dilakukan oleh perusahaan. Sudah dimaklumi, umumnya perusahaan yang hendak mengembangkan usahanya tentu membutuhkan tambahan karyawan. Semakin banyak sektor usaha yang digarap maka semakin memerlukan sumber daya manusia untuk mengerjakannya. Sehingga perekrutan karyawan meupakan suatu keharusan.
Inilah Cara Perusahaan Merekut Karyawannya :

  • Jeli dalam memilih karyawan
  • Merilis iklan lowongan kerja baik di koran atau di internet
  • Perhatikan beberapa sikap dasar yang diinginkan perusahaan
    • kejujuran,
    • keuletan,
    • kedisiplinan,
    • kecerdasan,
    • cekatan,
    • kemampuan bekerjasama, dan
    • sikap menghargai teman.

Adapun menurut John C Maxwel :

  • Sikap Positif 
    Kemampuan melihat orang lain dan situasi dengan cara positif.
  • Tingkat Energi Tinggi
    Kekuatan dan stamina untuk bekerja keras dan tidak kelelahan.
  • Kehangatan Pribadi
    Sikap yang menarik orang lain kepada mereka.
  • Intregitas
    Watak yang bisa dipercaya, baik dan kokoh, cara bicara dan berjalan yang konsisten.
  • Bertanggung Jawab
    Selalu “tuntas’, tanpa dalih; pekerjaan didelegasikan — pekerjaan selesai.
  • Citra Diri Bagus
    Merasakan kebaikan dalam dirinya, orang lain, dan kehidupan.
  • Daya Kuda Mental
    Kemampuan untuk terus belajar sementara pekerjaan berkembang.
  • Kemampuan Kepemimpinan
    Punya pengaruh besar atas orang lain.
  • Kemampuan Menjadi Pengikut
    Kesediaan untuk patuh, main bola bersama tim, dan mengikuti permainan.
  • Bebas dari Masalah Pribadi
    Kehidupan pribadi, keluarga dan bisnis teratur.
  • Keahlian tentang Manusia
    Kemampuan menarik orang lain dan rasa mengembangkan mereka.
  • Rasa Humor
    Menikmati kehidupan, tidak menganggap dirinya terlalu serius.
  • Ulet
    Bisa “melambung kembali” kalau masalah timbul.
  • Catatan Prestasi
    Punya pengalaman dan sukses, diharapkan dalam dua situasi atau lebih.
  • Keinginan Besar
    Dahaga akan pertumbuhan dan perkembangan pribadi.
  • Disiplin Pribadi
    Bersedia “membayar harga” dan menangani sukses.
  • Kreatif
    Kemampuan untuk melihat pemecahan dan mengatasi masalah.
  • Kelenturan
    Tidak takut kepada perubahan; luwes; menyesuaikan diri sementara organisasi berkembang.
  • Melihat “Gambaran Besar”
    Mampu memandang melampaui kepentingan pribadi dan melihat gambaran total.
  • Punya Intuisi
    Mampu memahami dan merasakan situasi tanpa data yang nyata.

 

 

Jawaban Nomer 2 :

 

Outsourcing terbagi atas dua suku kata: out dan sourcing. Sourcing berarti mengalihkan kerja, tanggung jawab dan keputusan kepada orang lain. Outsourcing dalam bahasa Indonesia berarti alih daya. Dalam dunia bisnis, outsourcing atau alih daya dapat diartikan sebagai penyerahan sebagian pelaksanaan pekerjaan yang sifatnya non-core atau penunjang oleh suatu perusahaan kepada perusahaan lain melalui perjanjian pemborongan pekerjaan atau penyediaan jasa pekerja/buruh.

Outsourcing (Alih daya) merupakan suatu tindakan efisiensi biaya produksi (cost of production), sebab perusahaan yang menggunakan sistem ini dapat menghemat pengeluaran dalam membiayai Sumber Daya Manusia (SDM).

Dalam hukum ketenagakerjaan (UUK) tidak ditemukan secara tegas mengenai pengertian outsourcing, akan tetapi dilihat dalam pasal 64 dikatakan bahwa outsourcing adalah suatu perjanjian kerja yang dibuat antara pengusaha dengan tenaga kerja dimana perusahaan tersebut dapat menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lainnya melalui perjanjian pemborongan pekerjaan yang dibuat secara tertulis. Dalam pasal 1601 b KUH Perdata juga dijelaskan bahwa outsourcing disamakan dengan perjanjian pemborongan pekerjaan. Hal ini berarti defenisi outsourcing adalah suatu perjanjian dimana pemborong (tenaga kerja) mengikat diri untuk membuat suatu kerja tertentu bagi pihak lain yang memborongkan dengan menerima bayaran tertentu dan pihak lain yang memborongkan mengikatkan diri untuk memborongkan pekerjaan kepada pihak pemborong dengan bayaran tertentu.

Berlakunya outsourcing di Indonesia didasarkan oleh beberapa hukum yang mengaturnya. Hukum yang mengatur terbentuknya outsourcing yakni terdapat dalam :

  • Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003 (pasal 64, 65 dan 66)
  • Keputusan Menteri Tenaga Kerja Dan Transmigrasi Republik Indonesia No.Kep.101/Men/VI/2004 Tahun 2004 tentang Tata Cara Perijinan Perusahaan Penyedia Jasa Pekerja/Buruh (Kepmen 101/2004)

Di sisi lain, pengaturan tentang outsourcing (Alih Daya) ini sendiri masih dianggap pemerintah kurang lengkap. Maka dari itu, dalam Inpres No. 3 Tahun 2006 tentang paket Kebijakan Iklim Investasi disebutkan bahwa outsourcing (Alih Daya) sebagai salah satu faktor yang harus diperhatikan dengan serius dalam menarik iklim investasi ke Indonesia.

Perusahaan – perusahaan yang dijabarkan di atas merupakan perusahaan yang memperlengkapi tenaga – tenaga kerja yang kemudian nantinya akan disalurkan kepada pihak perusahaan yang membutuhkan tenaga outsource sesuai kebutuhan dan keterampilan yang dimiliki tenaga kerja tersebut. Perusahaan – perusahaan yang menggunakan sistem outsource tentunya memiliki beberapa alasan, yakni :

  1. Perusahaan dapat fokus terhadap core business
  2. Penghematan biaya
  3. Turn Over karyawan menjadi rendah
  4. Modernisasi dunia usaha
  5. Adanya efektivitas mindpower, dll

Dengan melihat alasan menggunakan outsourcing menyatakan bahwa penggunaan tenaga outsource dinilai efektif dan akan terus menggunakanoutsourcing dalam kegiatan operasionalnya. Untuk dapat lebih efektif disarankan adanya:

  1. Komunikasi dua arah antara perusahaan dengan provider jasa outsource(Service Level Agreement) akan kerjasama, perubahan atau permasalahan yang terjadi.
  2. Tenaga outsource telah di training terlebih dahulu agar memiliki kemampuan/ketrampilan.
  3. Memperhatikan hak dan kewajiban baik pengguna outsource maupun tenaga kerja yang ditulis secara detail dan mengingformasikan apa yang menjadi hak-haknya.

 

Sedangkan yang menyebabkan outsourcing menjadi tidak efektif adalah karena kurangnya knowledgeskill dan attitude (K.S.A) dari tenagaoutsource.

 

Penggunaan outsourcing harus dipandang secara jangka panjang. Pengembangan karir karyawan, efisiensi dalam bidang tenaga kerja, organisasi, benefit, dan lain – lain menjadi fokus perhatian bagi perusahaan yang menggunakanoutsource. Pada umumnya, perusahaan – perusahaan ini menyerahkan hal – hal intern perusahaan kepada pihak yang profesional yakni tenaga outsource sendiri. Dan tidak dapat dipungkiri bahwa pengalihan ini menjadi sumber permasalahan dalam perkembangannya di Indonesia. Permasalahan ketenagakerjaan itu pun sangatlah bervariasi. Hal ini disebabkan penggunaan outsourcing sudah sangat marak dan menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda – tunda oleh para pelaku usaha.

Secara garis besar permasalahan hukum yang terkait dengan penerapan outsourcing (Alih Daya) di Indonesia sebagai berikut:

  • Bagaimana perusahaan melakukan klasifikasi terhadap pekerjaan utama (core business) dan pekerjaan penunjang perusahaan (non core bussiness) yang merupakan dasar dari pelaksanaan outsourcing (Alih Daya) ?
  • Bagaimana hubungan hukum antara karyawan outsourcing (Alih Daya) den perusahaan pengguna jasa outsourcing ?
  • Bagaimana mekanisme penyelesaian sengketa bila ada karyawan outsource yang melanggar aturan kerja pada lokasi perusahaan pemberi kerja?

Dalam pelaksanaan outsourcing (Alih Daya) berbagai potensi perselisihan mungkin timbul, misalnya berupa pelanggaran peraturan perusahaan oleh karyawan maupun adanya perselisihan antara karyawan outsource dengan karyawan lainnya. Menurut pasal 66 ayat (2) huruf c UU No.13 Tahun 2003, penyelesaian perselisihan yang timbul menjadi tanggung jawab perusahaan penyedia jasa pekerja. Jadi walaupun yang dilanggar oleh karyawan outsource adalah peraturan perusahaan pemberi pekerjaan, yang berwenang menyelesaikan perselisihan tersebut adalah perusahaan penyedia jasa pekerja.

Dalam hal ini perusahaan outsource harus bisa menempatkan diri dan bersikap bijaksana agar bisa mengakomodir kepentingan karyawan, maupun perusahaan pengguna jasa pekerja, mengingat perusahaan pengguna jasa pekerja sebenarnya adalah pihak yang lebih mengetahui keseharian performa karyawan, daripada perusahaan outsource itu sendiri. Ada baiknya perusahaan outsource secara berkala mengirim pewakilannya untuk memantau para karyawannya di perusahaan pengguna jasa pekerja sehingga potensi konflik bisa dihindari dan performa kerja karyawan bisa terpantau dengan baik.

    Jawaban Nomer 3 :

        

Ada tiga perjanjian kerja bersama, yaitu :

  • Closed Shop Agreement : Hanya berlaku bagi pekerja yang telah bergabung menjadi anggota serikat
  • Union shop Agreement : Mengaharuskan para pekerja untuk menjadi anggota serikat untuk periode waktu terentu
  • Open Shop Agreemen : Memberikan kebebasan pekerja untuk menjadi atau tidak anggota serikat kerja

 

Undang-undang Ketenagakerjaan No 13 Thn 2003 Pasal 36 :

 

  • Pasal 46 ayat (1) UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UU Ketenagakerjaan) mengatur ketentuan mengenai jabatan-jabatan yang tidak boleh diduduki bagi tenaga kerja asing (negative list untuk TKA), antara lain jabatan yang mengurusi personalia. Batasan jabatan yang mengurusi personalia sebagaimana dimaksud ketentuan tersebut adalah segala aspek yang berkaitan dengan pekerjaan dan pengelolaan serta administrasi sumber daya manusia (SDM).
  • Apabila jabatan yang mengurusi personalia berada pada level anggota Direksi dengan nomenclatuur Direktur Personalia atau Direktur Sumber Daya Manusia, maka seluruh anggota Direksi dapat diduduki oleh TKA (sepanjang memenuhi syarat dan ketentuan) kecuali jabatan Direktur Personalia atau Sumber Daya Manusia tersebut. Namun apabila nomenclatuur salah satu dari jabatan anggota Direksi tersebut (misalnya) adalah Direktur Umum atau Direktur Keuangan yang dalam job desc-nya terdapat kewenangan yang berkaitan dengan personalia (SDM), maka jabatan dimaksud dapat diduduki oleh TKA, akan tetapi pelimpahan urusan personalia (SDM) kepada salah seorang Senior Manager atau General Manager harus dipegang oleh tenaga kerja Indonesia. Dengan kata lain, jabatan Manager atau Senior Manager (termasuk jabatan lainnya yang lebih rendah) yang (khusus) membidangin bidang personalia terdapat dokumen yang berkaitan dengan personalia (SDM) yang harus ditanda-tangani dan merupakan kewenangan anggota Direksi yang bersangkutan, maka penanda-tanganan dokumen dimaksud, dilimpahkan (didelegasikan) kepada pemegang jabatan yang membidangi personalia (SDM) yang dipegang oleh tenaga kerja Indonesia.
  • Penanda-tanganan suatu dokumen kepada pemegang jabatan yang lebih rendah (yang seharusnya ditanda-tangani oleh anggota Direksi yang berkenaan dengan masalah personalia/SDM) sepanjang dilakukan atas dasar pelimpahan tugas atau pendelegasian kewenangan (termasuk dalam job description), maka kekuatan hukumnya akan sama jika dokumen dimaksud ditanda-tangani oleh (Direktur) yang bersangkutan secara langsung.

Sehubungan dengan angka 2 dan 3 tersebut di atas, apabila dilakukan pelimpahan atau pendelegasian wewenang, maka tindakan dan perbuatan hukum pihak yang menerima kewenangan atau penerima delegasi, secara hukum sama kedudukannya dengan pihak yang melimpahkan atau mendelegasikan. Oleh karenanya anggota Direksi yang berkenaan, tidak dapat lepas tangan dan tetap harus bertanggung-jawab atas perbuatan hukum pihak yang menerima kewenagan atau delegasi. Kecuali pihak yang menerima kewenangan/delegasi menyalahgunakan kewenangan (Pasal 1367 ayat (3) KUH Perdata).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s